Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Perpusnas  Gelar Sosialisasi Literasi Dan Serahkan Bantuan Buku Pada Perpusdes Serta TBM di KLU

Gangga, Prokopim Setda KLU-Perpustakaan Nasional RI menggelar Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran membaca dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis bahan bacaan bermutu pada perpustakaan penerima program bantuan di Lombok Utara bertempat di Halaman Dispurarsip (8/5). Sosialisasi sendiri dibuka langsung oleh Bupati Lombok Utara yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Kesra Setda KLU Admaja Gumbara SP, dan kegiatan ini juga dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional Dr. Adin Bondar., M.Si,Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Ir. Aris Darmansyah Edisaputra,Plt.Kadis Perpustakaan Provinsi NTB H. Amir MM, serta para undangan lainnya. 

Deputi Bidang Pengembangan Sumby Daya Perpustakaan Adin Bondar menuturkan salah satu tujuan negara berdasarkan amanat Undang-undang Republik Inonesia Tahun 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, dimana negara harus memastikan seluruh warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk menerima pendidikan yang layak dan berkualitas, Perpustakaan dalam kondisi apapun memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi di masyarakat.

“Literasi berperan dalam pembangunan, mencerdaskan kehidupan bangsa, menghadirkan sumber daya manusia unggul, berkualitas, dan berdaya saing sehingga mendorong terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,”tandasnya.

Desa, sebagai bagian dari entitas pembangunan nasional juga tidak boleh luput dari jatah pembangunan yang berkeadilan.sebanyak 83.794 desa yang tersebar patut diberikan dukungan penguatan sumber daya manusia yang berkualitas, selain pemerataan infrastruktur pembangunan.

“Dari jumlah desa se Indonesia, baru 17.140 desa yang telah memiliki fasilitas perpustakaan atau taman baca sehingga diperlukan upaya dan dukungan lebih luas dalam pendirian dan pengembangan perpustakaan desa, salah satunya melalui pemanfaatan dana desa,” tuturnya. 

Masih kata Adin dalam pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan SDG’s perpustakaan desa sebagai tempat masyarakat desa beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, penguasaan pengetahuan,Kreativitas perpustakaan desa bisa dimanfaatkan masyarakat desa sebagai ruang berlatih keterampilan, belajar kontekstual, kecakapan hidup, dan  pengembangan diri sehingga terbuka solusi atas permasalahan di desa. 

“Melalui perpustakaan desa tercipta lingkungan sosial yang partisipatif, kolaboratif dan sarat inovasi dalam upaya mensejahterakan masyarakat desa,”tuturnya.

Pemerintah menyadari literasi bagi masyarakat desa penting sebagai ruang edukasi dalam melaksanakan pembangunan.Literasi berperan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mulai dari perencanaan hingga evaluasi pembangunan desa. 

Penguatan literasi desa harus menjadi Gerakan Nasional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sehingga dampaknya signifikan secara nasional.

“Melalui upaya kolaboratif diharapkan tercipta ekosistem literasi inklusif dan berkelanjutan sebagai ikhitar strategi pemerintah untuk memperbaiki budaya literasi, inovasi, dan kreativitas,”tuturnya.

Pepusnas juga memiliki program yakni bantuan buku bermutu kepada 10 ribu perpustakaan desa  merupakan model baru dari program penguatan literasi desa. Senafas dengan peraturan Kemendes PDTT Nomor 3 Tahun 2024 tentang Taman Bacaan Masyarakat Desa senafas dengan program Penguatan Literasi Berbasis Desa.

“Program ini tidak hanya sebagai simbolis  tapi juga adanya pemberian pendampingan, penguatan institusi penggerak literasi, dan stimulan kepada mitra-mitra perpustakaan guna meningkatkan kecakapan literasi masyarakat, khususnya di desa,”tuturnya.

Sementara Itu Asisten Bidang Pemerintahan Kesra Setda KLU Atmaja Gumbara menyampaikan dengan terpilihnya KLU sebagai lokus Rakor oleh 12 kementrian maupun Lembaga RI tentunya membawa dampak positif bagi daerah dan masyarakat. 

“Kehadirannya sangat luar biasa dengan bembawa beberapa program atau kegiatan yang tentunya berdampak pada kemajuan daerah,”tuturnya. 

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebagai rangkaian Rakor oleh beberapa kementerian maupun Lembaga dibawah Kemenko PMK,dimana sebelumnya dilakukan Rakor dan pemaparan dari beberapa narasumber dan terus berlanjut dalam beberapa hari kedepan. 

Lebih lanjut kata Atmaja banyak sekali PR yang  menjadi tugas dari Pemda KLU berkaitan dengan beberapa persoalan seperti kemiskinan, stunting, dll. 

“Semoga kehadirannya para Deputi dan Direktur nantinya dapat memberikan dampak positif dalam pembangunan daerah kedepan,”tuturnya.

Berdasarkan hasil riset, budaya literasi memiliki pengaruh signifikan dalam rangka pengantasan kemiskinan,dimana dengan bertambahnya wawasan pengetahuan,kreativitas berpengaruh pada angka kemiskinan, stunting dan lainnya. 

Sinergi luar biasa antara Perpustakaan Nasional dengan Kemendes PDTT, kedepannya diharapkan adanya suatu kolaborasi melalui rugulasi yamg dikeluarkan oleh Kementerian sehingga anggaran di desa  bisa dialokasikan.

“Hal ini guna mewujudkan literasi di tingkat desa melalui perpustakaan yang ada desa saat ini,”harapnya.

Pada kesempatan ini juga Perpustakaan Nasional RI pada tahun 2024 menginisiasi bantuan buku bacaan bermutu bagi 10.000 perpustakaan desa, dimana 10 diantaranya diterima oleh perpustakaan desa dan taman baca di Lombok Utara. 

Adapun Ke-10 perpustakaan dan taman baca, antara lain Perpustakaan Desa Malaka,Loloan, Sama Guna,Sesait,Santong Mulia, sedangkan taman baca Anak bumi Gili Trawangan,Club baca perempuan Desa Medana, Nurul Yakin Desa Sama Guna, Bale Baca Dayan Gunung Desa Segara Kanton,Kampoeng Literasi Desa Selelos.(den)

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *