Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Bupati Lombok Utara  Buka Goes To Community KIE 

Tanjung, Prokopim Setda KLU- Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu,SH membuka acara Gowes To Community melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Aman yang diselenggarakan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram Bertempat di Lesehan Sasak Narmada (6/5).

Tampak hadir juga kepala BPOM Mataram Yosef Dwi Irawan, S.Si., APt, Kepala Kemenag KLU Dr. H. Jalalussayuti, M.Pd, Plt. kadis Kesehatan KLU H. Suardi SKM, Kadis Kominfo KLU Hairul Anwar, S.Kom, Ketua Harian Kwarcab Pramuka KLU Ahmad Abdul Gani,Pengurus TP-PKK KLU, serta undangan lainnya.

Kegiatan yang dilaksanakan ini sebagai rangkaian dari kegiatan Rakor Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Kabupaten Lombok Utara. 

Dihadapkan para peserta Bupati Djohan menyampaikan untuk diketahui para leluhur mewarisan obat dari bahan alam atau jamu memiliki aspek strategis terkait kesehatan, pertumbuhan ekonomi dan kelestarian budaya di Indonesia, sama juga dengan komoditi kosmetik yang digunakan secara luas oleh masyarakat baik laki dan perempuan, di desa dan di kota, sejak lahir hingga tua. 

“Penggunaan jamu dan kosmetik yang sangat luas ini harus dipastikan mutu, keamanan dan kemanfaatannya agar jangan sampai kita ingin sehat, ingin cantik tapi karena ada mengandung bahan berbahaya atau dilarang sehingga justru mengakibatkan sakit dan wajah kita jadi rusak,”tuturnya.

Dengan kemajuan teknologi informasi dimana sekarang serba online, masyarakat dengan mudah membeli produk yang diinginkan termasuk obat tradisional, suplemen kesehatan ataupun kosmetik, yang di  diperjualbelikan tidak dilihat secara langsung.

“Saya menyampaikan terima apresiasi dan terima kasih kepada BPOM Mataram yang telah menginisiasi kegiatan ini,kegiatan ini harus tetap diselenggarakan kegiatan seperti ini harus tetap dilaksanakan setiap tahunnya, agar masyarakat Indonesia khususnya KLU tetap terjaga kesehatannya,”tuturnya.

Bupati Djohan juga menjalankan, bahwa KLU memiliki pontensi kekayaan alam yang sangat luar biasa dan dapat di manfaatkan dalam pembuatan obat tradisional dan kosmestik.

Pemda dapat berkolaborasi dengan BPOM Mataram untuk menggali potensi bahan alam di KLU kemudian di olah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih beradaya saing dengan adanya legalitas izin edar dari BPOM. 

Keberadaan obat-obat tradisional akan dapat menggerakkan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM lokal dan menyerap tenaga kerja, dan pemerintah KLU modal melalui pinjaman tanpa bunga di bank. 

“Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu kunci penting untuk membentuk konsumen yang cerdas yang mampu melindungi diri sendiri dari obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan,”tuturnya.

Sebelumnya Kepala BPOM Mataram Yosef Dwi Irawan juga mengatakan sebagai otoritas pengawas obat dan makanan, BPOM memiliki tugas untuk memastikan obat, makanan dan kosmetik yang beredar memenuhi persyaratan guna memastikan keamanan, bermutu dan bermanfaat.

“Guna memastikan ini, BPOM tidak bisa bekerja sendiri tetapi di butuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan baik dari Pemda, Kementerian atau lembaga terkait, masyarakat serta LSM,”katanya.

Lanjut kata Yosef dalam mewujutkan sistem pengawasan yang prima dan paripurna dan pilar-pilar tersebut saling berkolaborasi dan bersinergi, sehingga menghasilkan pengawasan yang optimal,revolusi industri dan era digitalisasi telah menimbulkan dampak yang sangat luar biasa dalam penyebaran informasi. 

“Kegiatan ini sebagai langkah awal BPOM untuk memperdayakan masyarakat agar mampu nantinya melindungi dirinya sendiri maupun orang lain dari obat dan makanan yang berisiko bagi kesehatan,”tuturnya.

Dalam kegiatan ini juga dilangsungkan pelantikan Satuan Karya Pramuka Pengawas Obat dan Makanan (Saka POM).(pal)

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *